Benarkah semua itu berawal dari mimpi ?

By:

Apa yang dimaksud dengan mimpi ?
sederhana saja kita dapat mengartikan mimpi adalah keinginan atau kehendak, yang berasal dari luar kita yang kita menganggap itu adalah suatu kebahagian. Kebahagian yang belum terwujud dalam realita atau kenyataan.
Wajibkah kita bermimpi dalam dunia ini ?
Permasalahnya adalah apakah wajib atau tidak hal ini sudah alami ada dalam benak manusia ketika manusia berhadapan dengan dunianya, masing-masing dari kita pun memiliki duni yang berbeda sesuai dengan cara pandang atau cara pikir dan pengalaman dalam kehidupan pribadi dimulai sejak masa kanak-kanak kita.
Bangunlah mimpi itu dengan satu komitment ?
Apa yang dimaksud dengan komitmen ?. jawaban yang sederhana sekali adalah suatu perjanjian yang teguh pada diri kita yang memiliki akal dan hati yang selalu berkendak untuk mewujudkan mimpi itu, melalui manajerial diri yang terkonsep, aktualisasi yang berkesinambungan, dan evaluasi yang menghasikan verivikasi sikap dan cara melangkah. Kebulatan dalam bertekad tersebut terbentuk dengan unsur kesengajaan dengan menggunakan cara berfikir logis dan aplikasi riil bersifar kontinuitas.
Membangun komitmen adalah unsur yang sangat sulit karena dari awal sudah mengalami kesulitan, hal ini karena ada hambatan yang berlaku dalam diri yang telah terbentuk dengan kesengajaan yang tidak logis dan terus diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing dari kita.
Langkah awal dari semua yang kita harapkan melalui mimpi kita dan terus ada dalam kehidupan kita harus mampu di sederhanakan secara spesifik agar tidak terjadi pro dan kontra dalam aplikatif dalam dalam cara memandang dan berfikir dalam sehari-kita.
Merincikan mimpi hingga sederhana mungkin mimpi tersebut akan memudahkan kita dalam mobilisasi diri dalam menjalani kehidupan, konsep sudah ada dalam pikiran kita dalam hayalan kita dalam benak kita, 100% semua manusia memiliki konsep tersebut, namun hanya 1% manusia mampu menerjemahkan konsep tersebut menjadi bagian yang tersistem dan mengarah pada konstruksi diri.
membangun peradaban diri dengan langkah awal yang jelas adalah satu hal yang kita telah lupakan dalam akal kita, karean selama ini kita selalu mengalir saja sesuai dengan sikap dan karaktristik masing- masing diri kita tanpa menerjemahkan aliran tersebut pada titik yang dituju. Tujuan bagaikan titik yang dapat secara otomatis menerjemahkan jalan/aplikatif dikehidupan kita.
Mimpi dalam interpretasi logika dalam menjalani kehidupan dan berdasarkan nilai-nilai logika wahyu Allah SWT yang secara jelas "kami dengar dan kami taat" . keyakinanpun berawal dari mimpi yang sudah dijelaskan dalam kitab suci, bagaimana kita dapat menjankan kehidupan ini dengan cara pandang kita dan sesuai dengan universalisme kebenaran.

[edit]

Pasang INTERNET FASNET PLUS TV KABEL FIRSTMEDIA
Pasang FIRSTMEDIA internet speed hingga 100mbps + CHannel TV HD hingga 50HD hub 087777313417 only SMS