Suara Adzan Kok Di Permasalahkan

By:
image Pendopo2.blogspot.com, melihat informasi usulan memperkecilkan adzan jadi tertarik, menurut penulis hal ini problem, ada bagusnya juga kalau dikaji mendalam dalam persoalan adzan tersebut akan masuk dalam kajian syariat Islam tidak bisa masuk dalam kajian pembahasan politik yang notabenenya demokrasi.
walaupun memakai demokrasi menurut penulis adzan justru memberikan nilai plus jika dikeraskan karena lagi lagi suara adzan tidaklah menganggu melainkan itu adalah kebaikan. walaupun keras adzan atau suara yang jelek tetap bagi penulis merupakan suatau panggilan suci, dan memang menjadi bagian dari Islam.

Apalagi kalau kita ingat kisah rasul saaw saat perang khondaq dimanaa Rasul Saw pun karena saat perang jadi sangat menghambat pelaksanaan adzan, dan ini kita bisa indentifikasikan suara adzan itu sangat urgent kalau bisa keras sekalian dan kalaupun ada yang merasa terganggu moga mendapat hidayah, coba perhatikan riwayat hadits dibawah, fakta yang ada adalah Adzan Mengingatkan Agara tidak lalai.
Kalaupun Wapres mengusulkan untuk memperkecilkan suara adzan, lagi lagi ini problem kalau di hubungkan dengan hadits dibawah.
Moga Pak Wapres benar mengatakan ini hanyalah saran saja.
Dan dimaklumi oleh seluruh ulama indonesia.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau mengatakan,
إِنَّ الْمُشْرِكِينَ شَغَلُوا رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى ذَهَبَ مِنَ اللَّيْلِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ
”Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sehingga tidak bisa mengerjakan empat shalat ketika perang Khondaq hingga malam hari telah sangat gelabp Kemudian beliau shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan Bilal untuk adzan. Kemudian Bilal iqomah dan beliau menunaikan shalat Dzuhur. Kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Ashar. Kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Maghrib. Dan kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Isya.” (HR. An Nasa’i. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan An Nasa’i)
 
Bagaimana menurut anda (pembaca) mengenai memperkecil suara adzan

Analisa Referensi Info :
1. Berawal dari wakil presiden budiyono yang mengusulkan memperkecil suara adzan saat beliau berpidato dalam acara Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat
image Wapres: Pengeras Suara Azan Perlu Diatur - KOMPAS.com - JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono minta Dewan Masjid Indonesia untuk mulai membahas tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid. ...suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga. "Kita semua sangat memahami bahwa azan adalah panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban sholatnya," kata Wapres Boediono saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (27/4/2012). Hadir dalam acara itu Menteri Sosial Salin Segaf Al Jufri. Dikatakan Wapres, apa yang dirasakan barangkali juga dirasakan oleh orang lain, yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke hati.
2. Lalu ditanggapi oleh ngabalin selaku Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid:image
Ngabalin: Wapres tak Cocok Usul Pengaturan Azan di Muktamar DMI | Republika Online - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Ali Muhtar Ngabalin menyatakan keberatan jika suara azan di masjid diatur sesuai yang diusulkan oleh Wakil Presiden Boediono. "Saya keberatan pernyataan Wapres Boediono. Tidak cocok jika beliau bicara di Muktamar Dewan Masjid Indonesia," kata Ngabalin kepada pers di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (27/4).




3. Sehingga MUI pun berpendapat cawapres hanya wacana mengusukan adzan diperkecil :
 MUI: Azan Sayup-Sayup Hanya Wacana Wapres | Republika Online - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Wapres Boediono tentang pelafalan azan dengan sayup-sayup dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekadar wacana belaka. "Azan sayup-sayup itu hanya wacana wapres saja dan tidak sesuai dengan syariat Islam," jelas Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen, Jumat (27/4). Azan dalam Islam, ditegaskannya, justru harus disuarakan dengan tinggi dan keras. Berbeda dengan iqamat yamg lebih rendah suaranya dan tidak setinggi dan sekeras suara azan. Hanya saja, sebut Tengku, yang bisa diatur adalah watt loudspeaker-nya agar tidak terlalu besar dan membuat pekak telinga. "Memang tidak boleh jika kerasnya berlebihan dan menimbulkan mudharat. Bukankah menimbulkan mudharat juga dilarang dalam Islam? Sebaik-baiknya sikap adalah yang tengah-tengah. Jadi, speaker-nya pada tahap wajar saja," papar Tengku.

4. Partai Persatuan Pembangunan pun memberikan komentar mengenai usulan wapres untuk mengecilkan suara adzan di mesjid
Arwani: Pengaturan Suara Azan, Berlebihan | Republika Online - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Arwani Thomafi, mengatakan, pengaturan soal suara azan melalui pengeras suara, terlalu berlebihan. Menurutnya, masih banyak tantangan bagi umat Islam di Indonesia, daripada sekadar mengatur suara azan. "Apakah suara azan itu mengganggu? Perlu diketahui bahwa lantunan azan juga mencerminkan ekspresi keberagaman seseorang. Apakah kemudian ekspresi keberagaman lainnya juga diatur?" kata dia melalui pesan singkatnya, Jumat (27/4). Pernyataannya itu disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan Wakil Presiden Boediono saat Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, hari ini. Saat itu, Wapres meminta agar suara azan melalui pengeras suara diatur. "Sebaiknya, Wapres fokus bagaimana memajukan umat Islam, daripada hanya mengatur suara azan."

4. Sehingga perwakilan dari wapres dengan jurubicaranya  mengatakan jangan di politisir mengenai usulan memperkecil suara adzan dan menurutnya “itu sebatas saran saja”:
Yopie Hidayat jubir wapress Jubir: Jangan Politisir Usulan Wapres Soal Pengaturan Azan | Republika Online - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Juru bicara (Jubir) Wakil Presiden (Wapres), Yopie Hidayat, meminta semua pihak tidak mempolitisir pidato Wapres Boediono saat membuka Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-6 di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (274) pagi. Pernyataan terkait pengunaan speaker di masjid-masjid tersebut hanyalah sebatas saran Boediono agar didiskusikan. "Tolong pernyataan tersebut jangan dipolitisir. Dilihat lagi konteks pernyataan tersebut. Boediono hanya memberi usul agar dimusyawarahkan," kata Yopie kepada Republika, Jumat (27/4).



5. Simageehingga PWNU jawa Timur Mutawakkil ALllah angkat bicara mengenai Usulan Wapres Soal Pengaturan Azan Pancing Konflik Horizontal | Republika Online - REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Pernyataan wakil presiden (Wapres), Boediono soal pengaturan Azan di Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jum'at (27/4) menuai kecaman dari Ketua PWNU Jawa Timur, Mutawakkil Alallah. Menurut Mutawakil, pernyataan Wapres untuk mengatur suara Azan justru dapat memancing konflik horizontal di masyarakat.





6. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau mengatakan,
إِنَّ الْمُشْرِكِينَ شَغَلُوا رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى ذَهَبَ مِنَ اللَّيْلِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ
”Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sehingga tidak bisa mengerjakan empat shalat ketika perang Khondaq hingga malam hari telah sangat gelabp Kemudian beliau shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan Bilal untuk adzan. Kemudian Bilal iqomah dan beliau menunaikan shalat Dzuhur. Kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Ashar. Kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Maghrib. Dan kemudian iqomah lagi dan beliau menunaikan shalat Isya.” (HR. An Nasa’i. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan An Nasa’i)

Location: Kramat Jati, Jakarta Capital Region, Indonesia [edit]

Pasang INTERNET FASNET PLUS TV KABEL FIRSTMEDIA
Pasang FIRSTMEDIA internet speed hingga 100mbps + CHannel TV HD hingga 50HD hub 087777313417 only SMS